About

Kamis, 05 Maret 2015

Aku sendiri
meniti jalan panjang
meraba dinding dinding celaka
Mencari Keabadian

Kamis, 12 Februari 2015

Ceritanya, lagi banyak inspirasi, akhirnya banyak nulis puisi, tapi sayangnya sedikit gaje :p termasuk ini

Kami masih memujamu...
namun bukan Menyembahmu....
sayang...

 satu kesatuan jiwa ini masih mengakui
bahwa kaulah yang terbaik
jantung ini...
masih degupkan rasa cintaku padamu
mata ini...
masih hanya memandfang ke arah maha karyamu
bahkan mulut ini...
layaknya binatang jalang yang menyalak nyalak menyerukan namamu
bahkan sampai berkata...
akulah penerus si binatang jalang..


hah sudahlah...
apa yang sedang ku lakukan ini?
memang seharusnya ku menyerah
dan tetap padamu...

Semoga kau tenang di alam sana... :)


[Pekalongan, 2015. Teruntuk "Sang Binatang Jalang" Chairil Anwar]

Kamis, 29 Januari 2015

Hatiku ikut mati
tenggelam bersama mimpi
yang menenggelamkan dalam dunia semu
indah tapi jemu

Sesal tiada arti
semuanya telah mati
percuma ku sesali
karena arti tiada lagi

apa lagi yang berharga?
Cinta?
sudah terkubur dalam pedih
tenggelam dalam sepi

hidup kini tiada tepi
tiada pegangan dalam diri
tiada motivasi dalam jiwa
tangisan sunyi
rintihan sepi

Tiada lagi yang mendengar

Kamis, 22 Januari 2015

menulis, dari dulu sampe hari ini, menciptakan hal yang baru, berenang dalam khayalan semu dan tercurah dalam tarian tanganku dalam keyboard yang memanggilku untuk menyentuh tutsnya dan menciptakan hal kreatif dan luar biasa, sayang, hanya ditempat tertentu aku dapat melakukan ini, sudah hampir 3 tahun lamanya aku tak membuka blog ini, dan hari ini, aku berterimakasih pada guruku (Zeni Irawati) yang telah mengembalikanku ke dunia ini, dan aku bisa kembali menari bersama keyboard, kembali merasakan sensasi menekan tuts dan terbang dalam karya - karyaku yang masih ber4serakan di sebagian kecil otakku yang pernah tenggelam

Dance, dan gitar adalah hal baru yang berusaha ku jejali hari ini dan seterusnya, semoga dua hal ini tidak hanya tersimpan dalam hati... semoga :)


  Presa Navania Ayu Andhika

Itulah milik kami,
maksud kami milik rumah sebelah
Yang hanya bisa dilihat separuh

kamilah ini,
pemilik kardus berdiri 
dilindungi atap bekas rumah sebelah 
yang berbaik hati memberikannya
pada kami yang hina

televisi itu hanya setengah
maksudnya, kami hanya bisa melihat setengah bagian
kami tak berani menumpang kedalam
karena takut hilang rumah kami

sinetron yang hanya setengah
kartun yang hanya setengah
bahkan berita yang hanya setengah
terlebih suara televisi tabung itu....
sudah hampir hilang

biarlah kami begini
Televisi itu suatu saat akan kita miliki
walaupun entah kapan.

Kamis, 15 Januari 2015

Presa Navania Ayu Andhika itu..... adalah seorang....

           Jiilaan Ronaa Anisah, bayi yang lahir tanggal 27 Juli, 14 tahun yang lalu. tepatnya tahun 2000, sekarang udah umur 14 tahun nih.. ya, itulah gue, anak dari pasangan suami istri, M. Muchtar dan Tunjung Sedyaningsih. (udah ah)

         Sekarang gue jadi sastrawan cilik di Pekalongan (?) , hobi.. emmm udah jelas dong, nulis hal - hal yang berbau sastra khususnya puisi, selain itu gue juga suka karate (sabuk biru menjelang coklat) , pernah dapet medali perunggu di POPDA tahun 2014  (nyombong :p)

          sekolah saat ini di SMP 2 Pekalongan kelas 9. bentar lagi lulus... doain ya...  gue suka sama Chairil Anwar, si doi itu mirip gue... binatang jalang, makanya gue jatuh cinta sama si dia... tapi udah mati sayangnya... doi durhaka ama emaknya, bayangin aja emak doi dipanggil gajah ( gue ga separah itu )
#nglantur

        ikuti terus jiilaan-presa.blogspot.com
        mau ngirim email ke gue? boleh... email gue : jiilaan.76@gmail.com
        fb gue : Jiilaan Ronaa Aanisah

thanks