About

Kamis, 29 Januari 2015

Hatiku ikut mati
tenggelam bersama mimpi
yang menenggelamkan dalam dunia semu
indah tapi jemu

Sesal tiada arti
semuanya telah mati
percuma ku sesali
karena arti tiada lagi

apa lagi yang berharga?
Cinta?
sudah terkubur dalam pedih
tenggelam dalam sepi

hidup kini tiada tepi
tiada pegangan dalam diri
tiada motivasi dalam jiwa
tangisan sunyi
rintihan sepi

Tiada lagi yang mendengar

Kamis, 22 Januari 2015

menulis, dari dulu sampe hari ini, menciptakan hal yang baru, berenang dalam khayalan semu dan tercurah dalam tarian tanganku dalam keyboard yang memanggilku untuk menyentuh tutsnya dan menciptakan hal kreatif dan luar biasa, sayang, hanya ditempat tertentu aku dapat melakukan ini, sudah hampir 3 tahun lamanya aku tak membuka blog ini, dan hari ini, aku berterimakasih pada guruku (Zeni Irawati) yang telah mengembalikanku ke dunia ini, dan aku bisa kembali menari bersama keyboard, kembali merasakan sensasi menekan tuts dan terbang dalam karya - karyaku yang masih ber4serakan di sebagian kecil otakku yang pernah tenggelam

Dance, dan gitar adalah hal baru yang berusaha ku jejali hari ini dan seterusnya, semoga dua hal ini tidak hanya tersimpan dalam hati... semoga :)


  Presa Navania Ayu Andhika

Itulah milik kami,
maksud kami milik rumah sebelah
Yang hanya bisa dilihat separuh

kamilah ini,
pemilik kardus berdiri 
dilindungi atap bekas rumah sebelah 
yang berbaik hati memberikannya
pada kami yang hina

televisi itu hanya setengah
maksudnya, kami hanya bisa melihat setengah bagian
kami tak berani menumpang kedalam
karena takut hilang rumah kami

sinetron yang hanya setengah
kartun yang hanya setengah
bahkan berita yang hanya setengah
terlebih suara televisi tabung itu....
sudah hampir hilang

biarlah kami begini
Televisi itu suatu saat akan kita miliki
walaupun entah kapan.

Kamis, 15 Januari 2015

Presa Navania Ayu Andhika itu..... adalah seorang....

           Jiilaan Ronaa Anisah, bayi yang lahir tanggal 27 Juli, 14 tahun yang lalu. tepatnya tahun 2000, sekarang udah umur 14 tahun nih.. ya, itulah gue, anak dari pasangan suami istri, M. Muchtar dan Tunjung Sedyaningsih. (udah ah)

         Sekarang gue jadi sastrawan cilik di Pekalongan (?) , hobi.. emmm udah jelas dong, nulis hal - hal yang berbau sastra khususnya puisi, selain itu gue juga suka karate (sabuk biru menjelang coklat) , pernah dapet medali perunggu di POPDA tahun 2014  (nyombong :p)

          sekolah saat ini di SMP 2 Pekalongan kelas 9. bentar lagi lulus... doain ya...  gue suka sama Chairil Anwar, si doi itu mirip gue... binatang jalang, makanya gue jatuh cinta sama si dia... tapi udah mati sayangnya... doi durhaka ama emaknya, bayangin aja emak doi dipanggil gajah ( gue ga separah itu )
#nglantur

        ikuti terus jiilaan-presa.blogspot.com
        mau ngirim email ke gue? boleh... email gue : jiilaan.76@gmail.com
        fb gue : Jiilaan Ronaa Aanisah

thanks


Presa Navania Ayu Andhika

Lintas mimpi memenuhi liang pikiranku
membuat semuanya bak khayalan tak kunjung sampai
membuatku terpekur dalam diam
meratapi khayalan yang hanya selintas mimpi

Aku adalah manusia penuh khayalan 
yang melintasi beribu mimpi diam
yang membuatku ingin terbang melintasi awan
bertemu Tuhan yang memberiku mimpi

aku ingin memohon mimpi khayalku menjadi nyata 
khayalanku yang hanya menjelma menjadi mimpi
bak siluman yang menggerogoti diri
semakin membuatku terpekur
dalam khayal