About

Senin, 07 September 2015

OPINIKU



OPINIKU
                Tadi jam ketiga dan keempat kelas X MIPA 2 adalah pelajaran PPKn, di situ aku tak ingat darimana percakapan antara aku dan kawanku dimulai, tapi yang jelas inilah opiniku
                Indonesia adalah negara yang demokratis dimana semua rakyatnya mempunyai kedudukan yang sama, saling menghormati HAM setiap insan. Negara Indonesia adalah Negara yang memperbolehkan masyarakatnya menganut salah satu dari 5 agama dan tidak ada diskriminasi ( peng-anaktirian ) kepada salah satu etnis tertentu.
                Ini adalah zaman saling toleransi, zaman emansipasi wanita, semua manusia dari jenis kelamin apapun dan dari ras atau etnis apapun memiliki hak dan kedudukan yang sama di Negara Indonesia.
                Pertanyaanku, kenapa masih saja ada orang yang meng anak tirikan beberapa etnis di negara kita? Kita sebagai rakyat pribumi harus tahu bahwa pemegang kekuasaan tertinggi tidak selalunya kita, kita bukan perlu masyarakat pribumi asli, kita perlu seseorang yang dapat menghantarkan kita untuk menjadi negara yang benar benar makmur, benar benar dipandang, dan benar benar kuat hukumnya.
                Sekarang kuajak kalian berpikir, kalau kita memaksakan kaum pribumi selalu berkuasa, kita memaksakan kaum islam berkuasa, tapi jika mereka korupsi apakah kita akan damai? Jika mereka menyengsarakan rakyat apakah kita akan makmur?
                Kita seharusnya menerapkan system hukum demokratis bukan menjurus ke hukum islam, ayolah kawan… jika umat islam ingin terus memimpin, maka ayo umat islam belajarlah lebih giat, jangan bermalas malasan sehingga kita terkalahkan oleh orang beragama lain, jika kita ingin memimpin kita harus mau belajar menjadi pemimpin yang amanah, jujur, pandai, dan penyampai bak nabi supaya kita benar benar diakui bahwa kita adalah pemimpin sejati.
                Kita tidak boleh menentang apabila suatu hari seorang dari etnis tiong hoa ingin memimpin karena dia mampu, jika ingin tetap umat islam memimpin maka jadilah umat islam yang bermoral baik, pahamilah perjuangan nenek moyang kakek buyut kita sebelum kau ingin memimpin. Kita harus sportif, ingin menang ya berusaha dengan “baik” dan bersungguh sungguh tanpa ada campur tangan money politic sebaik baiknya pemimpin adalah dia yang bisa memegang teguh amanat dan janjinya serta dapat dipercaya.
                Kaum wanita bukan tidak mungkin akan menempati singgasana kepemimpinan suatu negara, karena dia mampu, dia sanggup. Jangan pernah berkata “ pemimpin hanya dari golongan kaum adam ”
Kalian boleh jadi imam di rumah, tapi kursi kepemimpinan itu terserah siapa yang sanggup, memang disarankan laki laki, tapi apabila seorang wanita sanggup membenahi bangsa, lalu apa salahnya?
Jangan berkata “ pemegang tongkat kekuasaan suatu daerah, negara dan sebagainya haruslah kaum pribumi ” lalu jika tiada yang mampu mengemban tugas sebagai pemimpin dan justru dia menyengsarakan kita bagaimana? Kita akan tetap ngotot membela sedangkan kita sendiri terpuruk?

Jangan mengecamku karena opiniku, setiap manusia memiliki opininya masing masing, jangan pernah kalian meremehkan seorangpun, opini yang berbeda membuat kita beragam.
Kalian tidak bisa melarangku, dan tidak bisa mempidanaku karena apa yang ku katakana, karena ini hakku dan tidak mencela kaum manapun, aku ingin Indonesia damai, demokratis dan adil, aku sangat ingin Indonesia Bahagia dan terbebas dari keterpurukan


JAYA INDONESIA

0 komentar:

Posting Komentar