OPINIKU
Tadi jam
ketiga dan keempat kelas X MIPA 2 adalah pelajaran PPKn, di situ aku tak ingat
darimana percakapan antara aku dan kawanku dimulai, tapi yang jelas inilah
opiniku
Indonesia
adalah negara yang demokratis dimana semua rakyatnya mempunyai kedudukan yang
sama, saling menghormati HAM setiap insan. Negara Indonesia adalah Negara yang
memperbolehkan masyarakatnya menganut salah satu dari 5 agama dan tidak ada diskriminasi
( peng-anaktirian ) kepada salah satu etnis tertentu.
Ini
adalah zaman saling toleransi, zaman emansipasi wanita, semua manusia dari
jenis kelamin apapun dan dari ras atau etnis apapun memiliki hak dan kedudukan
yang sama di Negara Indonesia.
Pertanyaanku,
kenapa masih saja ada orang yang meng anak tirikan beberapa etnis di negara
kita? Kita sebagai rakyat pribumi harus tahu bahwa pemegang kekuasaan tertinggi
tidak selalunya kita, kita bukan perlu masyarakat pribumi asli, kita perlu seseorang
yang dapat menghantarkan kita untuk menjadi negara yang benar benar makmur,
benar benar dipandang, dan benar benar kuat hukumnya.
Sekarang
kuajak kalian berpikir, kalau kita memaksakan kaum pribumi selalu berkuasa,
kita memaksakan kaum islam berkuasa, tapi jika mereka korupsi apakah kita akan
damai? Jika mereka menyengsarakan rakyat apakah kita akan makmur?
Kita seharusnya
menerapkan system hukum demokratis bukan menjurus ke hukum islam, ayolah kawan…
jika umat islam ingin terus memimpin, maka ayo umat islam belajarlah lebih
giat, jangan bermalas malasan sehingga kita terkalahkan oleh orang beragama
lain, jika kita ingin memimpin kita harus mau belajar menjadi pemimpin yang
amanah, jujur, pandai, dan penyampai bak nabi supaya kita benar benar diakui
bahwa kita adalah pemimpin sejati.
Kita tidak
boleh menentang apabila suatu hari seorang dari etnis tiong hoa ingin memimpin
karena dia mampu, jika ingin tetap umat islam memimpin maka jadilah umat islam
yang bermoral baik, pahamilah perjuangan nenek moyang kakek buyut kita sebelum
kau ingin memimpin. Kita harus sportif, ingin menang ya berusaha dengan “baik”
dan bersungguh sungguh tanpa ada campur tangan money politic sebaik baiknya
pemimpin adalah dia yang bisa memegang teguh amanat dan janjinya serta dapat
dipercaya.
Kaum wanita
bukan tidak mungkin akan menempati singgasana kepemimpinan suatu negara, karena
dia mampu, dia sanggup. Jangan pernah berkata “ pemimpin hanya dari golongan
kaum adam ”
Kalian boleh jadi imam di rumah, tapi kursi kepemimpinan itu
terserah siapa yang sanggup, memang disarankan laki laki, tapi apabila seorang
wanita sanggup membenahi bangsa, lalu apa salahnya?
Jangan berkata “ pemegang tongkat kekuasaan suatu daerah,
negara dan sebagainya haruslah kaum pribumi ” lalu jika tiada yang mampu
mengemban tugas sebagai pemimpin dan justru dia menyengsarakan kita bagaimana? Kita
akan tetap ngotot membela sedangkan kita sendiri terpuruk?
Jangan mengecamku karena opiniku, setiap manusia memiliki
opininya masing masing, jangan pernah kalian meremehkan seorangpun, opini yang
berbeda membuat kita beragam.
Kalian tidak bisa melarangku, dan tidak bisa mempidanaku
karena apa yang ku katakana, karena ini hakku dan tidak mencela kaum manapun,
aku ingin Indonesia damai, demokratis dan adil, aku sangat ingin Indonesia
Bahagia dan terbebas dari keterpurukan
JAYA INDONESIA
0 komentar:
Posting Komentar