About

Senin, 06 November 2017

Lalu aku hanya bisa tersenyum dan menyadari bahwa cinta itu sangat lucu.

Abstrak dan sangat sarat akan seni. Indah juga mengerikan. Sadarilah betapa mengerikannya cinta itu. Pernahkah kau rasanya ingin menyakiti dirimu sendiri? Yah walaupun hanya sekedar karena ingin melupakan dia yang kau cintai.

Semua hanya karen cinta. Kau bisa mati bunuh diri hanya karena (sekali lagi hanya karena) kekasihmu yang pergi. Seperti kisa Romeo dan Juliet.

Romeo nyatanya bunuh diri demi Julietnya yang hanya meminum racun palsu. Ahhh Bodoh!!

Kisah keagungan cinta yang MAHA BODOH!

upss maafkan aku.. tak apa kau hujat aku. Di Indonesia semua bebas berpendapat termasuk menghujat. Tapi, jangan kasuskan aku ke meja yang dilengkapi mikrofon duduk itu... apalagi membuatku harus duduk termangu dipojok ruangan petak jeruji besi yang menyebalkan 
aku masih suka menulis meski tiada yang pernah membaca tulisanku.

Sebenarnya yang lebih bodoh itu aku 
SUMPAH!!
Sudah tahu cerita bodoh, tapi kenyataannya aku pernah berharap pada kisah Romeo dan Juliet yang menjadi bagian dari sandiwara kisah hidupku, terutama kisah cintaku 

Lantas hari ini, aku mengatai kisah itu bodoh.

Nah, terbukti aku lebih bodoh dari kisah Maha Bodoh itu bukan?
Berharap pada ikon bodo mengenai keagungan cinta.

Seharusnya aku mencontoh cinta Fatimah dan Ali yang selalu melindungi kemurnian cintanya.

Bahkan Fatimah meminta maaf karena mencintai lelaki sebelum dia menikah yang tak lain adalah Ali.

Ahhh! Romantika cinta indah itu, mengapa harus datang setelah potret kebodohan cinta itu sempat menjadi anganku?

Barangkali begitulah Tuhan bermain dengan jutaan takdir
Ada garis besar pengaturan untuk umatNya. Mungkin supaya tak terlampau pusing.
Lihatlah cerah yang datang setelah redup
Seperti neraka sebelum surga
dan musibah datang lebi cepat dari bahagia


Dia hanya tidak meluruskan satu hal
Barangkali sengaja dia membuatnya sedikut berkelak-kelok menurutnya
dan menjadi sangat rumit menurut kita yang bahkan kadangkala tak paham dengan rumus matematika yang jelas kepastian ilmunya

ya itulah CINTA
bukan proses
bukan pula kejadian yang datang sebelum maupun sesudah yang cukup lazim

"cinta itu abstrak, seperti jailangkung, hanya saja dia lebih indah sekaligus lebih mengerikan. Jantungmu bisa meledak karena cinta"