About

Senin, 07 September 2015

NO SUBJECT Part #1



#NO SUBJECT ( Tentang hati, bukan puisi )
#PART 1

            Sering kita menangis, menyalahkan hati kita yang telah memberikan rasa sedih yang mendalam pada kita, padahal semua itu karena kebodohan kita sendiri.
            Sering hati yang disalahkan, hati yang saat ini saya bicarakan bukanlah hati yang membantu pencernaan yang menghasilkan empedu untuk mengemulsikan lemak, kita di sini adalah ‘HATI’ ( Perasaan ).
            Seharusnya kita sadar, tanpa HATI ( perasaan ) keyakinan kita terhadap sesama akan pudar bahkan musnah, berujung kepada diri kita yang akan menjadi psikopat dan dunia akan berakhir lebih cepat dari yang kita bayangkan.
            Marah, sakit, perih, sedih, senang, bahagia, dan semua rasa yang pernah kita rasakan dalam hidup berasal dari HATI ( perasaan ). Seorang anak kecil tidak akan merasa senang saat dia diberi sesuatu yang dia inginkan jika dia tidak memiliki HATI ( perasaan ).
            Saya lelah jika harus menulis kata “HATI” dengan diikuti oleh “( perasaan )”, mari persingkat saja dengan “HATI”.
            “PUISI” adalah salah satu label yang sering saya sematkan di hampir sebagian besar postingan saya, tapi kali ini saya tidak menyematkan label itu pada tulisan saya ini, tap taukah anda bahwa sebuah puisi juga berasal dari HATI? Sejatinya, puisi adalah suatu curahan HATI yang tersampaikan secara lembut, indah, dan berirama. Puisi, menjadikan HATI lebih tenang, mencurahkan segala kekesalan kita dengan cara positif, memberikan bacaan yang semakin beragam ketika kita sering merasakan sesuatu ( dengan HATI ).
            Puisi adalah suatu hal yang indah, dalam pembuatannya kita memerlukan HATI, begitu pula dalam pembacaannya, ketika kita masih dalam pendidikan di sekolah ( bukan kuliah kecuali sastra Indonesia ), sering sekali kita maju ke depan kelas karena diminta membacakan sebuah puisi. Lihatlah pada mereka yang membaca dengan nada datar, guru akan berkata “ harus dihayati…” penghayatan haruslah dengan HATI, bukan pikiran! Puisi bukanlah sesuatu yang biasa, dia adalah sesuatu yang luar biasa! Oooppss!
            HATI berperan dalam segala hal, saat kita beranjak remaja lalu dewasa, kita pastilah merasakan yang namanya cinta. Cinta melibatkan HATI, terkadang kita melakukan hal yang diluar logika karena saat itu kita bicara berdasar pada HATI bukan logika.
            Orang dengan HATI yang dingin akan sulit memahami arti cinta, sekalipun mungkin mereka bukan psikopat, mereka pastilah sulit membiasakan diri dengan kata Cinta. Cinta tak hanya berbicara tentang rasa suka, kagum, dan sayang terhadap lawan jenis, tapi dengan sesama juga, kita bukanlah manusia individualis, kita juga tak bisa memaksakan HATI kita. Disini kita bukan memaksakan hati yang dingin untuk mencintai, tapi menuntunnya dan mengajarinya bagaimana seharusnya mencintai, bukan dengan kekerasan tapi dengan lemah lembut supaya dia mengerti apa itu Cinta yang sebenarnya “cinta adalah suatu yang lemah lembut yang membuatku nyaman” cukup membuat seorang berhati dingin berpikir seperti itu, anda sudah berhasil meluluhkan dan mencairkan bukit es di dalam hatinya.

To be continued

0 komentar:

Posting Komentar